On June 2010..
Pagi itu sama seperti pagi biasanya,...
Walau sedikit gerimis,..namun matahari masih saja cerah seakan tak sabar ingin menyapa,..
dan mengantar kepergianku,..
Ga' ada sedikitpun rasa resah dan gelisah,..
Seingatku,..rasanya dipikiran ini hanya ingin waktu cepat berlalu untuk 50 hari kemudian,..dan semuanya berjalan seperti biasanya,..
Perjalanan selama 2 jam,..dan berada diantara orang-orang yang tak ku kenal...
"Siapa mereka???Kepala ini saat itu hanya sibuk menilai mereka satu per-satu,..
3 perempuan di barisan depan, sepertinya tipe orang yang sangat pendiam,..dari awal perjalanan sudah duduk manis dan memasang tampang yang seakan-akan mengatakan " Jangan ganggu aku,..!!",..
2 dibelakangnya sepertinya sudah saling akrab,dan sibuk bercerita "blablabla..." yang ga bisa aq dgr dgn jelas..sedangkan beberapa org laki-laki mengambil barisan duduk di belakang sibuk mengoceh ga karuan membicarakan topik yang ga' aq mengerti sama sekali, dan sekali-sekali berteriak menyapa ibu-ibu dipinggir jalan yang terpana melihat rombongan bus kampus kami....
Aq hanya menghela nafas sangatttt panjang,..namun sangat berhati-hati agar tak kedengaran,..
beradaptasi lagi di lingkungan yang baru,...
berbasa-basi,...selalu memasang senyum yang ramah...harus berusaha mengingat nama mereka satu per satu...menanyakan pertanyaaan2 standar kpd mrk scr bergantian...
jujur saja,...itu kelemahanku.....
Disini mungkin awalnya,...
Pergantian fase kehidupanku dari satu scene ke scene yang lain,..
hanya saja waktu itu aq blum menyadarinya,..
Awalnya aq kira ini hanya suatu kewajiban yg harus dilewati untuk memenuhi SKS...
Ikut melakukan beberapa kegiatan membantu masyarakat sekitar,..mendapatkan teman-teman yang baru,..dan mendapatkan nilai,...
Namun semuanya berubah ketika aq mengenalnya...
Upik, Ayek, Ihsan,dkk....
Gerombolan anak kecil itu seakan-akan menyentakkanku,..menyeretku,...dan menyadarkanku...tentang sesuatu yang paling berharga di dalam hidup ini......
Rumah itu seperti bangunan darurat pasca gempa yang dibangun didepan reruntuhan rumah yang tinggal separo..
Pemandangannya sangat asri,..penuh dengan pohon coklat dan kelapa,..berada persis disamping pasar,.."balai" yang hanya buka pada hari selasa..
Suasananya sangat tenang,..nyaman,..namun agak menyeramkan kalau malam....
Awalnya aq kira mreka hanya anak kecil biasa...
Setiap bertemu,..aq tegur sewajarnya, bertanya-tnya dan sesekali bermain dengan mereka...
Namun dari hari ke hari bermain dengan mereka mulai menjadi rutinitasku,..
Gelak canda yang awalnya hanya basa-basi saja berubah menjadi gelak lepas dan semakin menyemangatiku,..
Tiap hari mungkin, aq lebih memilih untuk bermain bersama mereka daripada ikt "bergaul" sekedar kongko-kongko dgn rekan-rekan yg lain di korong yang berbeda,...Logat mereka sangat khas,.sangat original,..dan sangat polos,...jauh dari gelagat anak-anak kecil lain disini yang sudah kegaul-gaulan dan terkadang tidak sopan...
Mereka sangat menghormatiku,..seenaknya memanggilku dgn panggilan BU..JEee..!!!dengan suara yg melengking..hahaha....
Awlnya memang sudah berencana untuk bisa memperbaiki ibadah ku tiap hari,..
Setiap waktu,..aq coba lengkapi agar tak ada yang tertinggal,..
malam harinya kucoba memfasihkan bacaanku,.dan mencoba mendalami terjemahannya untuk memahami maksdnya,..
Sepertinya Tuhan-pun ikut membimbingku,...
Perlahan-lahan diberikannya petunjuk-petunjukNya,..untuk memberikanku pengajaran..
Semula berawal dari rengekan upik yang minta diajarkan ayat pendek untuk hafalan tugas sekolahnya..
Aq dan rekan sekamarku.."Vita"..malah merasa tertantang untuk mengajak upik dkk mengaji bersama di surau sebelah rumah kami,...Kami pikir ini bisa jadi salah satu rencana kegiatan kami,..
Hari pertama mengaji,..ada sekitar 7 orang murid (termasuk upik)..dan kami merasa sangat takjub sekali,...
Mereka datang 1/2 jam lebih awal lengkap dgn dandanan pergi mengajinya,..dan yang lbh ekstrimnya,..sampai-sampai mereka lsg menjemput kami kerumah krn terlalu lama menunggu disurau,..
Memang,..sudah setahun setelah gempa mereka tidak pernah mengaji lagi karena kondisi surau yang sudah rusak..
Aq juga ga nyangka,..ternyata keisengan kami malah menjadi harapan bagi mereka untuk mengaji lagi,....
Kucoba mengajarkan mereka sebisaku...
Walau tidak terlalu hebat,..tapi lumayanlah,..masih bisa membetulkan bacaan mereka yang salah,..
Hari-hari berikutnya kami coba membetulkan bacaan sholat merka...
Umumnya sebagian dari mereka masih belum bisa sholat padahal sudah kelas 5-6 SD...
Namun ada yang aku sagat suka dari mereka,...
antusias mereka.....keinginan mereka untuk bisa...sangat menggebu-gebu,..sangat kuat,..jarang sekali aq melihatnya...
sampai pada suatu hari,...
salah seorang muridku,..salah saat melafalkan "Laaha illallah..ilaa .."
Mungkin karena aksen bicaranya susah untuk menyebutnya, dan lansung merangkai kata "ha..illallah" seakan-akan jadi satu kata..
Berulangkali kami betulkan,..tapi tetep slah juga,...
mungkin ada sekitar 1 1/2 jam,...Toni harus mengulangnya sampai lafalnya benar,...
Sampai di saat Lafal
"Laa illa ha illallah" terucap jelas olehnya...
Baru lah kami bersama bisa bernafas lega...
Ada kebahagiaan lain yang aq rasakan saat itu...
Kepuasan lain yang sebelumnya ga pernah aq rasakan,...
Senang rasanya melihat mereka bersorak bersama-sama ketika seorang "Novendra Pestoni" mampu mengucapkan kalimat "Laa..illa ha illallah"....
Semenjak hari itu,..ku coba terus perbaiki ibadahku..
Sungguh indah cara Tuhan menegurku...
Alhamdullillah Yaa Allah....
Sampai akhirnya,..ujian berikutnya datang,..
Mungkin bisa di bilang ini masalah terbesar yang pernah aq alami...
Benar-benar sedih-sesedih sedihnya....
Blum pernah patah hati sedalam itu...
Hari-ke hari sangat berat,..nafas ini selalu sesak jika mengingatnya,...
setiap malam selalu mimpi buruk,...
setiap waktu selalu ingat,...
Selalu menahan tangis,..menelan tangis (::istilah yang sering digunakan mamaku),..biar ga keliatan sama orang,..karena
Semua orang bertanya..
Semua orang memberikan komentar,..
Mereka menyalahkanku..
Mereka juga menghujatnya,..
Mereka mengasihniku..
Mereka menertawaiku...
Mereka menilaiku...
tapi mengapa aku lebih menyalahkan mereka????
Aq benci ketika mereka menyalahkanmu...
Aq benci melihat diriku saat itu,..Knapa bisa membiarkan qm pergi..huh??
Lelah menyesali diri,...
sampai hari ini.....
Tapi Tuhan sepertinya kembali merangkulku,..
Disetiap kesedihanku,...ada kekuatan yang seakan-akan menyokong ku..
Sampai aku bisa meregang senyum dihadapan mereka...
Mengemasi rutinitas ku dan menjalani hari-hariku tanpa harus ada perasaan ingin bunuh diri,...(haha,..)
Tuhan seakan menyadarkanku,...
Hidup ini bukan hanya tentang cinta....
Msih ada peran lain yang bisa aq mainkan,..walaupun bukan dalam kisah cinta..
Dengan sisa hidupku,..harusnya aq bsa membantu hidup merka yang tak seperti aq..
Dengan sisa hidupku,..harusnya aq bs memenuhi impian orangtuaku...
Dengan sisa hidupku,...masih banyak hal lain yang bisa kuurus untuk memberi kebahagiaan dan warna bagi hidup orang lain..
Karena aq tau rasanya bagaimana bahagianya bisa bermanfaat bagi orang lain,...
Mungkin slama ini aq sudah puas dengan kebahagiaan cinta,..
dan sekarang waktunya untuk mencari kebahagian dengan cara yang berbeda,...
Kelihatannya mungkin terlalu klise...
Tapi benar,...memang ini yang aku rasakan sekarang,...
makanya aku tulis dan menceritakan semuanya disini agar kalau nanti saat aq membacanya lagi,..aq bisa memngingat semuanya,...
Karena bagiku,..ini pelajaran berharga yang harus aq ingat seumur hidupku,...

